Pelaksanaan Perkuliahan Bahasa Indonesia
di Perguruan Tinggi
Endys
Nadhia Permatasari
D
III Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
Sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan
Nasional (Rahayu:2009), Bahasa Indonesia merupakan mata ajaran wajib bagi
seluruh peserta didik di semua jalur dan jenjang pendidikan formal. Dasar penyusunan
buku ajar ini adalah Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 43/DIKTI/Kep/2006. Pembelajaran
Bahasa Indonesia seharusnya diberikan dalam sistem yang utuh menyeluruh
meliputi pola pikir, pola sikap, dan pola tindak peserta didik sehingga
komponen penguasaan substansinya dapat terstruktur dengan baik. Dalam Surat
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional
Nomor 323/U/2000 tentang Pedoman
Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa;
Bahasa Indonesia termasuk dalam Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)
bersama-sama dengan Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.
Menurut
Widyartono (2010), Kegiatan perkuliahan Bahasa Indonesia membutuhkan bahan
ajar. Bahan ajar ini diperlukan sebagai pedoman beraktivitas dalam proses
perkuliahan sekaligus merupakan substansi kompetensi yang diajarkan kepada
mahasiswa. Substansi kompetensi ini diajarkan dengan pendekatan komunikatif
yang bertujuan pada pencapaian kemahiran berbahasa Indonesia agar mahasiswa
dapat mengemukakan gagasan keilmuan dengan berbagai referensi cetak dan
elektronik. Dengan membentuk kepribadian yang baik, pengemukakan gagasan dapat
diutarakan secara terbuka, jujur, dan menghargai karya/pikiran orang lain.
Dikutip dari jurnal Widyartono
(2012), bahan ajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat
meningkatkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dosen dan mahasiswa serta
pengembangan kemampuan dalam menghadapi abad ke-21 (Trucano,
2005). Siahaan (2005), Dachlan (2009), dan Muslim (2007) menyatakan TIK memberikan
dampak positif.
Dalam pengajaran
menulis, menurut Widyartono (2012), materi perkuliahan Bahasa Indonesia terdiri
atas
menulis makalah dan artikel, rangkuman atau ringkasan buku/bab, dan resensi
buku. Umumnya, ditekankan pada menulis makalah dan artikel ilmiah. Keterbukaan
informasi mempermudah mahasiswa dalam menulis ilmiah. Namun, hal ini juga
mempermudah mahasiswa melakukan tindakan plagiat khususnya dalam menulis
ilmiah. Tindakan salin-timpa (copy-paste) masih sering dilakukan tanpa menerapkan teknik
pengolahan informasi yang benar. Teknik pengolahan 3 informasi ini dapat
dilakukan dengan menerapkan teknik kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan
langsung terdiri atas (1) kutipan kurang dari empat puluh kata, (2) kutipan
sebagian dihilangkan, dan (3) kutipan lebih dari empat puluh kata. Kutipan
tidak langsung merupakan kegiatan parafrasa.
Simpulan
Perkuliahan di Perguruan Tinggi di
Indonesia merupakan hal yang wajib karena telah diatur dalam Surat Keputusan
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomor 43/DIKTI/Kep/2006. Pelaksanaan perkuliahan Bahasa Indonesia
umumnya tentang 2 hal, yaitu tentang makalah dan juga artikel. Kini pembelajaran
tentang Bahasa Indonesia juga dapet diakses melalui online karena sudah majunya teknologi dalam bidang pendidikan, dan
mulai banyak dosen yang mengikuti program itu dalam memberikan mata kuliah
Bahasa Indonesia. Pentingnya pemberian perkuliahan Bahasa Indonesia adalah utuk
pedoman bagi mahasiswa dalam pengerjaan tugas akhir, menumbuhkan kesetiaan,
kebanggaan dan mendorong mahasiswa untuk mengutamakan bahasa Indonesia dalam
penerapan sehari-hari sebagai lambing identitas bangsa. (Riana:2014).
Daftar
Pustaka
Rahayu, M. 2009. Bahasa
Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Widyantoro, D. 2012. Implementasi Nilai-nilai Pendidikan
Karakter dalam Pengajaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. https://www.researchgate.net/publication/320545477_IMPLEMENTASI_NILAI-NILAI_PENDIDIKAN_KARAKTER_DALAM_PENGAJARAN_MATAKULIAH_BAHASA_INDONESIA_DI_PERGURUAN_TINGGI.
Diakses pada tanggal 1 November 2017.